Laman

Minggu, 05 Juli 2026

Muqaddimah ushulut tafsir syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Fasal 3: dua jenis khilaf dalam hal tafsir, yaitu bisa jadi dari sisi Shohih atau tidak dalil atau penukilan tersebut

Silahkan simak dan download Muqaddimah ushulut tafsir syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Fasal 3: dua jenis khilaf dalam hal tafsir, yaitu bisa jadi dari sisi Shohih atau tidak dalil atau penukilan tersebut, yang kedua khilaf dari sisi jalan jalan pengambilan dalil atau pengambilan hukum. Lanjutan tentang hadits Mursal, sebab sebagian tabi'in menyebutkan hadits secara Mursal diantaranya karena ingin memberikan fatwa, atau untuk murojaah hapalan saja atau memang mengambil dari rowi hadits yang lemah. Perkara perkara yang rinci harus butuh kepada dalil yang kuat.

yang disampaikan oleh  Ustadz Abu Abdirrohman Utsman Wahyudi di Masjid Ahlussunnah Bukit Mawar, Perum Sendang Mulyo Semarang.



Khilyah tholibil 'ilmi/ perhiasan para penuntut ilmu. Fasal pertama: adab penuntut ilmu terhadap dirinya. Adab keenam: qonaah dan Zuhud

Silahkan simak dan download Khilyah tholibil 'ilmi/ perhiasan para penuntut ilmu. Fasal pertama: adab penuntut ilmu terhadap dirinya. Adab keenam: qonaah dan Zuhud. Qonaah adalah ridho terhadap pembagian Alloh. Zuhud adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat bagi akherat

yang disampaikan oleh  Ustadz Abu Abdirrohman Utsman Wahyudi di Masjid Ahlussunnah Bukit Mawar, Perum Sendang Mulyo Semarang.



Minggu, 28 Juni 2026

Tathhirul i'tiqod 'an adronil ilhad/ pembersihan keyakinan dari kotoran-kotoran penyelewengaan. Lanjutan fasal 3 : nadzar nadzar dan sembelihan untuk kuburan kuburan termasuk kesyirikan yang besar

Silahkan simak dan download Tathhirul i'tiqod 'an adronil ilhad/ pembersihan keyakinan dari kotoran-kotoran penyelewengaan. Lanjutan fasal 3 : nadzar nadzar dan sembelihan untuk kuburan kuburan termasuk kesyirikan yang besar. Harta adalah sesuatu yang berharga disisi orang yang berakal, maka apabila dicurahkan untuk kuburan kuburan maka ini menunjukkan keyakinan dia terhadap selain Alloh Ta'ala mampu memberikan manfaat atau bahaya, dan ini jelas suatu kesyirikan. Dan nadzar selain muncul dari sifat kikir juga mewajibkan sesuatu yang sebelumnya tidak wajib.

yang disampaikan oleh  Ustadz Abu Abdirrohman Utsman Wahyudi di Masjid Ahlussunnah Bukit Mawar, Perum Sendang Mulyo Semarang.



Siroh Nabawiyah. juz kedua. Fasal: sifat atau ciri yang tampak dari Muhammad shalallahu 'alaihi wassalam. Diantaranya badannya tinggi, putih tapi tidak seperti kapur, rambut tidak keriting

Silahkan simak dan download Siroh Nabawiyah. juz kedua. Fasal: sifat atau ciri yang tampak dari Muhammad shalallahu 'alaihi wassalam. Diantaranya badannya tinggi, putih tapi tidak seperti kapur, rambut tidak keriting, ubannya tidak lebih dari dua puluh, bulu matanya panjang, ada bulu yang lembut antara dada dan pusar, rambut kepala panjang kadang sampai pundak atau telinga, jalannya cepat, wajahnya bersinar seperti bulan purnama.

yang disampaikan oleh  Ustadz Abu Abdirrohman Utsman Wahyudi di Masjid Ahlussunnah Bukit Mawar, Perum Sendang Mulyo Semarang.



Rabu, 24 Juni 2026

Riyadhush Sholihin. Kitab 2: adab ketika makan. Bab 108 - 110

Riyadhush Sholihin. Kitab 2: adab ketika makan. Bab 108: tidak disukai makan sambil bersandar. Hadits no 745: Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wassalam tidak makan sambil bersandar ke kanan atau ke kiri.



Riyadhush Sholihin. Kitab 2: adab ketika makan. Bab 108: tidak disukai makan sambil bersandar. Hadits no 746: Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wassalam makan dengan posisi muq'iy yaitu menegakkan dua betisnya dan meletakkan pantat ke lantai. Selesai bab ini.



Riyadhush Sholihin. Kitab 2: adab ketika makan. Bab 109: disukai makan dengan tiga jari dan menjilat jari tangan. Hadits no 747: disukai menjilat jari tangan ketika makan. Hadits no 748: makan dengan tiga jari.



Riyadhush Sholihin. Kitab 2: adab ketika makan. Bab 109: disukai makan dengan tiga jari dan menjilat jari tangan. Hadits no 749: sunah untuk menjilat nampan. Hadits no 750: sunah untuk mengambil makanan yang jatuh.



Riyadhush Sholihin. Kitab 2: adab ketika makan. Bab 109: disukai makan dengan tiga jari dan menjilat jari tangan. Hadits no 751: bisa jadi sisa yang dinampan ada barokah nya.



Riyadhush Sholihin. Kitab 2: adab ketika makan. Bab 109: disukai makan dengan tiga jari dan menjilat jari tangan. Hadits no 752: diantara berkahnya makanan adalah bisa untuk membantu ibadah. Hadits no 753: mengusap jari tangan setelah makan ke kaki atau ke tangan. Selesai bab ini.



Riyadhush Sholihin. Kitab 2: adab ketika makan. Bab 110: memperbanyak orang yang ikut makan. Hadits no 754: makanan untuk dua orang yang mengenyangkan cukup bagu tiga orang untuk beraktivitas. Hadits no 755: maksud hadits tersebut anjuran untuk berbuat mulia dan qonaah.



Riyadhush Sholihin. Kitab 2: adab ketika makan. Bab 110: memperbanyak orang untuk makan dan larangan bernafas di cangkir serta mendahulukan yang kanan. Hadits no 756: larangan bernafas di cangkir. Hadits no 757: jangan minum sekali seperti onta yang bernafas di tempat minum.



Riyadhush Sholihin. Kitab 2: adab ketika makan. Bab 110: memperbanyak orang untuk makan dan larangan bernafas di cangkir serta mendahulukan yang kanan. hadits no 758: larangan minum sekali dan bernafas didalamnya, dikarenakan membuat kotor. Hadits no 759: mendahulukan yang kanan ketika memberikan minuman.



Selasa, 23 Juni 2026

Bulughul marom dengan Syarah Subulussalam. Bab 2: pergaulan yang baik dengan istri

Bulughul marom dengan Syarah Subulussalam. Bab 2: pergaulan yang baik dengan istri. 1. Hukuman yang berat bagi seseorang yang mendatangi istrinya dari duburnya.



Bulughul marom dengan Syarah Subulussalam. Bab 2: pergaulan yang baik dengan istri. 2. Diciptakan wanita dari tulang rusuk yang paling atas yang paling bengkok, jangan terlalu berharap untuk istri menjadi Istiqomah, apabila terlalu meluruskan akan menjadi patah yakni terjadi perceraian.



Bulughul marom dengan Syarah Subulussalam. Bab 2: pergaulan yang baik dengan istri. 3. Anjuran untuk masuk ke rumah setelah safar dengan memberitahukan kedatangan. Sejelek jelek seseorang yang menyebarkan hubungan jima' dia dengan istri dihadapan manusia.



Bulughul marom dengan Syarah Subulussalam. Bab 2: pergaulan yang baik dengan istri. 4. Hendaknya memberikan makanan untuk istri sebagai mana apa yang suami makan. boleh mendatangi istri dari duburnya kedalam kemaluannya.



Bulughul marom dengan Syarah Subulussalam. Bab 2: pergaulan yang baik dengan istri. 5. Doa yang diucapkan ketika akan berjima' maka syaithon tidak akan membuat murtad dengan izin Alloh. Apabila istri menolak berjima' maka malaikat melaknat nya. Apakah istri pelayan untuk suami, terjadi perselisihan diantara ulama tentang masalah ini.



Bulughul marom dengan Syarah Subulussalam. Bab 2: pergaulan yang baik dengan istri. 6. Laknat untuk orang yang menyambung rambut atau meminta disambung demikian juga mentato. Cara mentato dengan melukai kulit sampai keluar darah kemudian dimasukkan celak dan kapur sampai darah berubah menjadi hijau.



Bulughul marom dengan Syarah Subulussalam. Bab 2: pergaulan yang baik dengan istri. 7. Boleh nya menjima' istri dalam keadaan istri sedang menyusui. 'Azl yaitu mendatangi istri dalam keadaan air mani dikeluarkan di luar kemaluan istri, hukumnya adalah makruh.



Sabtu, 20 Juni 2026

Muqaddimah ushulut tafsir syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Fasal 3: dua jenis khilaf dalam hal tafsir, yaitu bisa jadi dari sisi Shohih atau tidak dalil atau penukilan tersebut, yang kedua khilaf dari sisi jalan jalan pengambilan dalil atau pengambilan hukum

Silahkan simak dan download Muqaddimah ushulut tafsir syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Fasal 3: dua jenis khilaf dalam hal tafsir, yaitu bisa jadi dari sisi Shohih atau tidak dalil atau penukilan tersebut, yang kedua khilaf dari sisi jalan jalan pengambilan dalil atau pengambilan hukum. Pembahasan tentang hadits Mursal yang kesimpulannya bahwa hadits Mursal (hadits yang berupa ucapan tabi'in mengatakan berkata Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wassalam) apabila banyak jalannya dari berbeda arahnya maka bisa menjadi hujah atau dalil.

yang disampaikan oleh  Ustadz Abu Abdirrohman Utsman Wahyudi di Masjid Ahlussunnah Bukit Mawar, Perum Sendang Mulyo Semarang.